Telah banyak bukti arkeologis
menyangkut alat musik ditemukan di beberapa belahan dunia. Keberadaannya melekat dengan tahap perkembangan kebudayaan
manusia. Ia telah menjadi bagian dalam upacara keagamaan dan media hiburan dari
manusia-manusia purba. Diyakini, musik sangat berperan penting dalam memelihara
ikatan dan jaringan sosal mereka.
Namun, memastikan kapan manusia mulai
dapat menciptakan alat musik dan menggunakannya dalam kehidupan mereka, masih
menjadi perdebatan.
Bukti arkeologi berupa pipa silinder dengan
tiga lubang di bagian sisi, ditemukan dalam sebuah penggalian di Royal
Cemetery kota
Sumeria Ur oleh
Leonard Woolley pada
1920. Diperkirakan telah beusia 4.500 – 5.000 tahun
dan digunakan oleh bangsa Sumeria yang hidup pada masa itu.
Selanjutnya di situs Jiahu
propinsi Henan, Cina, ditemukan benda sejenis seruling terbuat dari tulang yang