Showing posts with label culture. Show all posts
Showing posts with label culture. Show all posts

Antonio Stradivari


Pria kelahiran Cremona, Milan, Italia, pada 1644 ini merupakan seorang luthier - pembuat biola - terbesar dalam sejarah. Karya-karyanya ditempatkan pada tingkat kesempurnaan tertinggi.


Stradivari masih menjadi murid di bengkel luthier Nicolò Amati hingga 1666 ketika ia mulai menempatkan label sendiri pada biola yang dibuatnya. Sebuah langkah yang mengawali popularitas dan nama besarnya kemudian.


Peran dominan Nicolò Amati dalam tradisi Cremonese saat itu sangat mempengaruhi karir awal Stradivari. Model dan metode Nicolò Amati dengan jelas tampak pada sejumlah karyanya. Orisinalitas yang ditunjukkan dalam model dan metode pembuatan karyanya dimulai pada 1680, menyusul toko yang ia dirikan sendiri di Piazza San Domenico. Inovasi pola lengkungan datar, ketebalan bahan, punggung maple dan pola pewarnaan, yang dipadu dalam detail dan presisi tinggi, menempatkan karya instrumennya sangat ekslusif dan mendapat apresiasi tinggi publik.


Karya baru long pattern yang diperkenalkan pada 1690 lebih merupakan upaya pencapaian kualitas suara untuk dapat disejajarkan dengan instrumen Brescian. Label menggunakan tulisan latin Antonius Stradivarius Cremonensis Faciebat Anno [tahun] yang menunjukkan pembuat (Antonio Stradivari), kota (Cremona), dan tahun dibuat, baik dicetak atau tulisan tangan menjadi ciri instrumen yang dibuatnya. Dan setelah 1730, beberapa instrumen ditandatangani sub disciplina Stradivari, dan mungkin dibuat oleh penerusnya, Omobono dan Francesco.


Masa gemilang Stradivari berlangsung pada 1700 hingga 1720. Banyak instrumen superlatif yang kemudian menjadi lambang warisan Stradivari seperti Lady Tennant, Baron von der Leyen,  Messiah dan Lady Blunt dibangun selama periode ini. Interpretasi geometris dan presisi desain Stradivari telah

The Beatles


Bergabungnya Paul McCartney ke dalam The Quarrymen - sebuah band skiffle beranggotakan John Lennon dan kawan-kawannya – pada 1957, yang disusul kemudian oleh George Harrison, Stuart Sutcliffe, dan Pete Bast, merupakan momen-momen menentukan di awal perjalanan band asal Liverpool yang selanjutnya berganti nama menjadi The Beatles pada 1960 ini.

Bersama Allan Williams yang menjadi manajernya, pada tahun itu juga The Beatles berhasil memperoleh kontrak dengan sebuah klab malam kecil di Hamburg, Jerman. Sayang kontrak pertama tersebut harus terputus karena mereka dideportasi dari Hamburg dengan alasan George Harrison masih di bawah umur untuk bekerja di sana.

The Beatles kembali ke Liverpool dan kemudian mendapatkan jadwal tampil di Cavern Club. Di sinilah The Beatles menjadi sangat terkenal di Liverpool, penampilan mereka selalu dipadati penonton dengan antrian yang cukup panjang. Sempat mereka berhenti tampil di sana dan kembali ke Hamburg untuk merekam My Bonnie bersama Tony Sheridan.

Mereka kembali ke Liverpool dan tampil lagi secara rutin di Cavern Club tanpa Stuart Sutcliffe yang memilih mundur dan menetap di Hamburg. Pada saat inilah mereka bertemu Brian Epstein, pemilik toko musik North End Music Store (NEMS) di Liverpool, yang mengenal The Beatles karena seorang pelanggannya menanyakan rekaman My Bonnie yang direkam band ini bersama Tony Sheridan. Epstein terpesona melihat penampilan The Beatles, dan kemudian menjadi manajer band ini.

Pertama kali Brian mencoba menawarkan The Beatles kepada Decca Record, label besar perusahaan rekaman kala itu. Audisi bisa didapat, hanya saja manajemen Decca berpendapat bahwa kelompok musik gitar sudah lewat masa tenarnya. Brian akhirnya bisa mendapatkan audisi bagi mereka di satu label rekaman, Parlophone, yang sejatinya adalah perusahaan rekaman untuk siaran radiodi bawah pengawasan EMI. George Martin, manajer Parlophone, setuju dan bersedia menjadi produser dengan syarat harus mengganti

Grammy Award 2014: Daftar Pemenang Berdasar Kategori Penghargaan


  • Album of the Year: Random Access Memories - Daft Punk
  • Record of the Year: Get Lucky - Daft Punk
  • Song of the Year: Royals – Lorde
  • Best Country Album: Kacey Musgraves - Same Trailer Different Park
  • Best Pop Vocal Album: Bruno Mars - Unorthodox Jukebox
  • Best Rap/Sung Collaboration: Jay Z feat Justin Timberlake - Holy Grail
  • Best Pop Solo Performance: Lorde - Royals
  • Best Rock Song: Dave Grohl, Paul McCartney, Krist Novoselic, and Pat Smear - Cut Me Some Slack
  • Best Pop Duo/Group Performance: Daft Punk feat Pharrell Williams and Nile Rodgers -  Get Lucky

Seruling / Flute : Alat Musik Tertua Dunia


Telah banyak bukti arkeologis menyangkut alat musik ditemukan di beberapa belahan dunia. Keberadaannya  melekat dengan tahap perkembangan kebudayaan manusia. Ia telah menjadi bagian dalam upacara keagamaan dan media hiburan dari manusia-manusia purba. Diyakini, musik sangat berperan penting dalam memelihara ikatan dan jaringan sosal mereka.

Namun, memastikan kapan manusia mulai dapat menciptakan alat musik dan menggunakannya dalam kehidupan mereka, masih menjadi perdebatan.

Bukti arkeologi berupa pipa silinder dengan tiga lubang di bagian sisi, ditemukan dalam sebuah penggalian di Royal Cemetery  kota Sumeria Ur oleh Leonard Woolley pada 1920. Diperkirakan telah beusia 4.500 – 5.000 tahun dan digunakan oleh bangsa Sumeria yang hidup pada masa itu.

Selanjutnya di situs Jiahu propinsi Henan, Cina, ditemukan benda sejenis seruling terbuat dari tulang yang

Invasi Grunge

Istilah grunge muncul pertama kali ketika Mark Arm - vokalis band Mudhoney – menggunakannya untuk mendefinisikan jenis musik yang mereka mainkan. Sebuah istilah yang mengacu pada kata grunge / grungy yang  berarti kotor atau dekil dalam bahasa Inggeris slang. Dan kemudian melekat pada sebuah genre musik baru dengan ciri khas distorsi pada gitar bersetting volume tinggi namun nyaris tanpa sound effect dengan lirik-lirik sarkas yang mudah dimengerti namun memiliki makna mendalam. Jenis musik yang dinilai banyak kritikus tidak lebih dari rock n roll tanpa atribut. Dan sebagian meyakininya sebagai subgenre aliran alternative, heavy metal, yang dipadukan dengan punk.

Grunge semakin populer. Pada pertengahan 80-an, bermunculan band-band yang memiliki kriteria tersebut. Green River, dan Skin Yard menggebrak dengan lagu-lagu berakar heavy metal dan hardcore punk. Bersama Malfunkshun dan The U-Men. mereka merupakan band-band yang paling berpengaruh dia awal perkembanga grunge sehingga menempatkan keempat band tersebut sebagai The Godfathers of Grunge.

Demikian banyaknya band pengusung grunge berasal dari Seattle, Washington di awal perkembangannya, maka grunge pun sering juga disebut dengan Seattle Sound. Dan salah satu diantaranya – Mudhoney – dijuluki sebagai The King of Grunge karena merupakan band paling awal mengusung genre grunge dan menjadi inspirasi bagi band-band yang lain.

Pada gilirannya patut dicatat peran besar Nirvana, Sound Garden, Pearl Jam, dan Audioslave dalam meningkatkan popularitas grunge. Mereka menjadi acuan pengusung grunge yang lain seperti Stone Temple Pilots, Bush dan Seven Mary Three, SilverChair, Everclear, CandleBox.

Nirvana sangat berjasa menjadikan grunge sebagai mainstream di Amerika bahkan dunia. Musik mereka

Gitar Termahal Di Dunia : Fender Stratocaster ‘Reach Out to Asia’


Gitar ini – pada lelang sebelumnya – diambil oleh keluarga kerajaan Qatar dengan nilai $ 1 Juta USD yang kemudian disumbangkan kembali kepada Asia Program. Dan pada lelang 16 November 2005 di Doha, Qatar, ia dihargai senilai $ 2,7 Juta USD. Jadi secara teknis, gitar ini telah menghasilkan total $ 3,7 Juta USD untuk amal. Sebuah proyek amal Reach Out To Asia yang diprakarsai Bryan Adams untuk membantu para korban bencana tsunami Samudera Hindia 2004.

19 pemusik yang terdiri dari Jimmy Page, Eric Clapton, Mick Jagger, Brian May, Liam Gallagher, Jeff Beck, Pete Townshend, Ray Davies, David Gilmour, Bryan Adams, Tony Iommi, Mark Knopfler, Angus Young, Malcolm Young, Keith Richards, Ronnie Wood, Paul McCartney, Sting, dan Noel Gallagher, menorehkan tanda tangannya pada bodi Fender Strat ini. 


Nilai tinggi yang diberikan pada gitar ini sehingga tercatat dalam rekor dunia sebagai gitar termahal di dunia, lebih karena nilai dan gagasan kemanusiaan yang melekat di dalamnya.

Berikut adalah beberapa diantara gitar termahal lainnya:

Evolusi Bass Elektrik


Bass elektrik saat ini merupakan pengembangan dari double bass - telah ada sejak abad 17 – dengan desain yang dibuat semakin simpel dan praktis. Gibson Mando-Bass merupakan double bass elektrik pertama, didesain Llyod Loar pada 1920, menggunakan pick up electro-statis namun belum memakai amflifikasi bass.


Audiovox Model 736 Bass Fiddle yang bentuknya menyerupai gitar dengan panjang 42”, berbahan kayu walnut hitam dan menggunakan senar piano dan pick up, berhasil dibuat Paul Tutmarc sebagai penyempurnaan model yang dibuat sebelumnya. Bas elektrik modern pertama yang dimainkan secara horizontal ini diproduksi sebanyak 100 buah dan mulai dipasarkan pada 1935.


Sejak itu berbagai model elektrik bass berkembang menjadi bahan eksperimen para pengembang instrument musik. Bed-Post Bass dibuat dan dipasarkan Rickenbacker pada 1936, disusul Serenader yang kembali dibuat Paul Tutmarc pada 1939. Namun Precision Bass atau lebih popular dengan nama P-Bass lah yang kemudian dianggap sebagai bass listrik pertama. Elektrik bass yang diproduksi Leo Fender pada 1951 ini merupakan pengembangan model Fender Telecaster sebelum. Adanya frets menghasilkan akurasi not dan nada saat dimainkan. Model ini semakin disukai menyusul penyempurnaan bentuk pick up menjadi split pick up dan pick guard serta re-desain head stock pada 1957.


Pada 1960, Fender mendesain dan menciptakan Jazz Bass dengan 2 pickup berukuran sama, yang kemudian diikuti Gibson, Rickenbacker, dan Hohner. Perkembangan ini membuat popularitas bass elektrik makin meluas terlebih setahun sebelumnya telah muncul untuk pertama kali bass 6 senar yang dibuat Danelectro. Model yang juga digunakan Gibson untuk Gibson EB-6 pada

Kitaro


Pria kelahiran Toyohashi Jepang pada 4 februari 1953 dan bernama asli Masanori Takahashi ini telah menggemari  musik sejak kecil. Lagu-lagu dari The Beatles, Pink Floyd, dan King Crimson sering ia mainkan dengan gitar akustik yang menjadi instrumen pertama miliknya. Ottis Redding – pemusik R&B Amerika -  kemudian menjadi idola barunya saat belajar bermain gitar listrik hingga ia bergabung dengan band pertamanya Albatross.

Awal karirnya dimulai saat ia berganti haluan untuk bermain keyboard pada awal 1970-an dan bergabung dengan Far East Family Band. Dalam tur keliling dunia bersama band tersebut, di Eropa ia bertemu Klaus Schulze, pemusik synthesizer dan pendiri Tangerine Dream. Schulze memproduksi dua album mereka – Nipponjin dan Parallel World - dan memberikan beberapa petunjuk kepada Kitaro tentang bagaimana menggunakan synthesizer.

Perkenalannya dengan Bhagwan Shree Rajneesh pada pertengahan 1970-an berpengaruh besar terhadap proses kreatif musik Kitaro. Tinggal beberapa lama di asrama Shree Rajneesh untuk mempelajari nyanyian dan musik meditasi, turut membentuk sikap dan pandangan filosofis serta kontemplasinya. Pernyataan 'Musik ini bukan berasal dari pikiran saya, ini adalah dari surga’, cukup untuk menggambarkan  adanya perubahan tersebut. Dan 6 tahun kemudian Kitaro mundur dari Far East Family Band.

Karir solo Kitaro dimulai pada 1977. Album pertama Ten Kai - Astral Voyage yang dirilis pada 1978, dan album kedua Daichi – Full Moon Story yang dirilis pada 1979, mendapat sambutan luar biasa. Nuansa ekspresi synthesizer halus dengan harmoni melodi Asia melankolis  pada album tersebut menjadi favorit para penggemar dari gerakan baru New Age yang baru saja lahir.

Kitaro menjadi perhatian dunia internasional menyusul keluarnya album sound track film televisi Silk Road produksi NHK Jepang pada 1980. Berbagai

Gitar : Sekilas Sejarah


Menelusuri asal muasal instrument gitar hingga berwujud seperti yang kita kenal sekarang, bukan hal mudah. Saat menentukan instrumen yang menjadi awal perkembangan alat musik ini, perbedaan pendapat pun bermunculan.

Pendapat yang meyakini instrument lute/ oud sebagai titik awal evolusi merupakan yang paling populer. Alat musik petik berleher pendek tanpa fret dan memiliki badan besar dengan banyak dawai ini berasal dari bangsa Moor yang berbudaya Arab dan memasuki Eropa melalui Spanyol. Orang Eropa menamainya lute – asal kata al ‘ud dalam bahasa arab yang berarti kayu – menyusul modifikasi penambahan fret. Pendapat lainnya menyatakan instrumen lira/ lyre/ khitara sebagai asal muasalnya. Sebuah alat musik petik Yunani kuno berbentuk seperti tanduk untuk meregangkan dawai dengan badan bulat terbuat dari cangkang kura-kura.

Temuan arkeologis menyatakan tanbur/ harpa mangkuk merupakan alat musik petik tertua. Sebuah harpa sederhana yang terbuat dari cangkang kura-kura dan buah labu sebagai resonator dengan sebentuk leher melengkung untuk meregangkan dawai. Banyak temuan alat musik sejenis ini di situs-situs peradaban Sumeria, Babilonia, Mesopotamia, Mesir kuno, dan Persia.

Temuan instrumen tertua mirip gitar yang masih utuh adalah sebuah tanbur berusia lebih kurang 3.500 tahun milik seorang musisi Mesir bernama Har Mose yang hidup pada 1.500 SM.Tanbur berdawai 3 dengan badan dari kayu

Ludwig van Beethoven


Ia merupakan salah satu komponis terbesar masa peralihan era klasik dan romantik dengan karya dan reputasi yang menginspirasi generasi – termasuk para ahli musik – setelahnya hingga saat sekarang.

Pria yang lahir di Bonn pada 17 Desember 1770 ini berasal dari keluarga pemusik. Pengaruh sang kakek - penyanyi tenor dan dirigen orkestra istana yang sangat dihormati – memupuk kecintaan Beethoven akan musik semenjak kecil. Dan sang ayah yang juga seorang musisi istana telah mengarahkannya – dengan didikan yang sangat keras - untuk menjadi penggubah musik klasik, seorang Mozart baru, sebagaimana obsesinya.

Musisi ternama Gottlob Neefe menjadi guru pertama setelah ayahnya. Ia tidak hanya mengajari musik, juga mengenalkan Beethoven pada karya-karya filsuf kuno dan modern. Pada 1782, di usia 12 tahun, Beethoven mengeluarkan karya pertamanya 9 Variations in C Minor, Atas karya dan kemampuannya, Neefe menyebut Beethoven sebagai calon Mozart baru dan kemudian merekomendasikan Beethoven pada usia 14 tahun menjadi organis pada Pangeran Maxmillian Franz. Di sinilah Beethoven mulai meluaskan lingkungan pergaulannya sehingga makin dikenal luas masyarakat.

Pada 1787, pangeran Maxmillian mengirimnya ke Wina untuk menemui Mozart dan melanjutkan pendidikan musiknya. Namun tidak lama di sana, ia harus kembali ke Bonn karena sang ibu meninggal dunia. Ia kembali dan menetap di

Britpop

Pertamakali muncul istilah  Britpop adalah pada akhir 1980 di majalah Sound oleh John Robb – seorang jurnalis – yang ditujukan pada beberapa band seperti The Stone Roses dan The La.  Istilah ini kemudian menjadi sangat populer sebagai satu sub genre rock alternatif yang mengusung gerakan reaktif reaksi  terhadap berbagai jenis musik dan tren budaya pada akhir 1980-an dan awal 1990-an, terutama fenomena grunge Amerika Serikat.

Genre ini memposisikan diri sebagai sebuah kekuatan musik yang bersebrangan dengan musik dari daratan Amerika. Ia mencirikan kebudayaan Inggris yang lahir dari perpaduan beragam jenis musik khususnya genre seperti British Invasion, glam rock, dan punk rock, dengan ciri khas lirik-lirik romantis dan sendu serta gaya yang melankolis.

Britpop berhasil menggebrak dunia musik Amerika Serikat yang saat itu dikuasai genre musik alternatif dan grunge dan mendapat respons positif pasar musik dunia. Band-band Suede dan Blur, disusul Oasis, Pulp, Supergrass, Sleeper, Radiohead dan Elastica berhasil membawa rock alternatif  Inggris ke dalam mainstream dan membentuk pondasi gerakan yang lebih besar dari budaya Inggris yang disebut Britannia Cool.

Era berikutnya, Coldplay, Placebo, Travis, dan Radiohead muncul menunjukkan masih adanya eksistensi Britpop dengan mempertahankan musik mereka berlirik romantis dan sendu.

Di Indonesia, invasi Britpop pada pertengahan 90-an juga terlihat. Pure Saturday dan Cherry Bombshell merupakan diantara pengusung generasi pertama genre ini. Menyusul kemudianThe Sastro, Ballads of The Cliche, C’mon Lennon, Nidji dan beberapa lainnya yang setia mengusung genre yang sama hingga saat ini.

Archives