Showing posts with label 70's. Show all posts
Showing posts with label 70's. Show all posts

Queen


Masuknya Frederick Bulsara – selanjutnya lebih dikenal dengan nama Freddie Mercury – sebagai vokalis dan pianis ke dalam grup music SMILE menggantikan Tim Staffel pada 1970 menjadi awal perjalanan band yang kemudian berganti nama Queen ini. Freddie bergabung dengan Brian May / gitaris dan Roger Meddow Taylor / drummer, sebelum tidak lama kemudian John Deacon / bassist meyusul bergabung. Formasi ini langgeng, tidak pernah berganti hingga kini.

Perjalanan mereka dimulai dari pentas-pentas kecil dan local hingga pada 1972 mendapat kesempatan mencoba studio rekaman baru De Lane Lea untuk merekam demo tapes dan menandatangani kontrak dengan Trident. Single pertama Keep Yourself Alive pun berhasil dirilis di tahun itu. Sayang pada saat itu tidak mendapat sambutan pulik dan kurang laku di pasaran.

Pada 1973 Queen menandatangani kontrak rekaman dengan Trident dan EMI. Luar biasa, album perdana yang dirilis pada bulan Juli 1973 ini meledak di pasaran. Sambutan public pada album yang mengkombinasikan unsur hard rock glam dengan harmoni vocal ala opera ini demikian tinggi, hingga dapat bertengger selama 17 minggu di tangga album media-media Inggeris.

Aksi panggung pertama dalam tour peluncuran album mereka di Town Halls, kota Leeds pada 12 November 1973 dengan menjadi band pembuka Mott The Hoople menyedot perhatian public. Pertunjukan mereka menjadi lebih dari sekedar band pembuka, bahkan dinilai melampaui band utama. Dari sinilah mulai terbentuknya para pengikut Queen.

Nama Queen makin melesat menyusul penampilan memukau mereka dalam kontes musik Top of Pops dengan membawakan lagu Seven Seas of Rhye. Singel yang dibawakannya tersebut melesat ke tangga lagu Top Ten. Singel

The Beatles


Bergabungnya Paul McCartney ke dalam The Quarrymen - sebuah band skiffle beranggotakan John Lennon dan kawan-kawannya – pada 1957, yang disusul kemudian oleh George Harrison, Stuart Sutcliffe, dan Pete Bast, merupakan momen-momen menentukan di awal perjalanan band asal Liverpool yang selanjutnya berganti nama menjadi The Beatles pada 1960 ini.

Bersama Allan Williams yang menjadi manajernya, pada tahun itu juga The Beatles berhasil memperoleh kontrak dengan sebuah klab malam kecil di Hamburg, Jerman. Sayang kontrak pertama tersebut harus terputus karena mereka dideportasi dari Hamburg dengan alasan George Harrison masih di bawah umur untuk bekerja di sana.

The Beatles kembali ke Liverpool dan kemudian mendapatkan jadwal tampil di Cavern Club. Di sinilah The Beatles menjadi sangat terkenal di Liverpool, penampilan mereka selalu dipadati penonton dengan antrian yang cukup panjang. Sempat mereka berhenti tampil di sana dan kembali ke Hamburg untuk merekam My Bonnie bersama Tony Sheridan.

Mereka kembali ke Liverpool dan tampil lagi secara rutin di Cavern Club tanpa Stuart Sutcliffe yang memilih mundur dan menetap di Hamburg. Pada saat inilah mereka bertemu Brian Epstein, pemilik toko musik North End Music Store (NEMS) di Liverpool, yang mengenal The Beatles karena seorang pelanggannya menanyakan rekaman My Bonnie yang direkam band ini bersama Tony Sheridan. Epstein terpesona melihat penampilan The Beatles, dan kemudian menjadi manajer band ini.

Pertama kali Brian mencoba menawarkan The Beatles kepada Decca Record, label besar perusahaan rekaman kala itu. Audisi bisa didapat, hanya saja manajemen Decca berpendapat bahwa kelompok musik gitar sudah lewat masa tenarnya. Brian akhirnya bisa mendapatkan audisi bagi mereka di satu label rekaman, Parlophone, yang sejatinya adalah perusahaan rekaman untuk siaran radiodi bawah pengawasan EMI. George Martin, manajer Parlophone, setuju dan bersedia menjadi produser dengan syarat harus mengganti

God Bless

Crazy Wheels adalah nama yang dipilih Ahmad Albar, Ludwig Lemans, Fuad Hasan dan Donny Fattah ketika mereka membentuk grup musik beraliran rock di awal 70-an, sebelum akhiirnya berubah menjadi God Bless pada Mei 1973. Band rock yang lebih banyak memainkan repertoar rock mancanegara – Genesis, Deep Purple, Kansas – pada setiap pertunjukannya.

Sekalipun tidak memiliki lagu sendiri, konsistensi  mereka secara utuh di jalur rock pada saat band rock yang lain berkompromi dengan selera pasar dengan memainkan musik pop, menyedot banyak perhatian publik. Konser perdana mereka di Taman Ismail Marzuki dan aksi panggungnya di pentas Summer 28 membuktikan hal tersebut. Dan eksistensi nama besarnya makin diakui saat dipilih menjadi band pembuka konser grup musik rock terkemuka dunia Deep Purple pada 1975 di Jakarta.

Guruh Gipsy : Satu Tonggak Musik Pop Indonesia


Sedikit saja orang yang familiar dengan nama ini. Bahkan kaum muda. kalau pun ada, barangkali hanya mereka yang sempat menonton dan menyimak sepenggal bahasan tentangnya dalam film Garasi pada 2006. Hal yang wajar, karena pada masanya pun, Guruh Gipsy tidaklah sepopuler God Bles, Koes Plus, atau Panbers. Mereka pun hanya memproduksi satu album bertitel Guruh Gipsy dengan tagline Kesepakatan dalam Kepekatan yang dirilis pada 1977 dan dicetak sebanyak 5.000 keping kaset saja. Itu pun tidak laku di pasaran. Selain karena harga jual per keping kasetnya jauh diatas harga umum saat itu – tiga kali lipat – juga hampir keseluruhan lagu dalam album tersebut bukanlah lagu-lagu pop yang easy listening selayaknya lagu-lagu pada umunya di masa itu.

30 tahun kemudian, lepas ada tidaknya pengaruh film Garasi, pada kurun waktu sama, album eksperimental band rock progresif berangotakan Guruh Sukarno Putra, Keenan Nasution, Odink Nasution, Abadi Soesman, Roni Harahap, dan Chrismansyah Rahadi – lebih dikenal dengan nama Chrisye – ini menjadi album yang paling banyak dicari. Tidak hanya di Indonesia, ia menjadi topik diskusi para penggemar musik rock progresif di Eropa, Jepang dan Amerika. Beberapa radio di Swis, Belgia hingga Kanada memutar dan mengulas album Guruh Gipsy ini. Bahkan Shadoks Music dari Jerman membuat reproduksi dari album ini - tanpa izin Guruh maupun anggota Guruh Gipsy lainnya – dan menjualnya dalam format LP (vinyl record) sebanyak 450 buah dengan nomor seri di

9 Singel Hits Dunia Terjual Di Atas 15 Juta Kopi


          artis: Bing Crosby / rilis: 1942 / genre: pop / 50 juta kopi
  • single: Candle In The Wind 1997
          artis: Elton John / rilis: 1997 / genre: soft rock / 33 juta kopi
  • single: Silent Night
          artis: Bing Crosby / rilis: 1935 / genre: pop / 30 juta kopi
  • single: Rock Around The Clock
          artis: Bill Haley / rilis: 1954 / genre: rock and roll / 25 juta kopi
  • single: We Are The World
          artis: USA for Africa / rilis: 1985 / genre: pop / 20 juta kopi
  • single: I Will Always Love You
          artis: Whitney Housten / rilis: 1992 / genre: R&B / 20 juta kopi

lirik dan kord : Free As A Bird - The Beatles


Free As A Bird

lirik & musik: John Lennon


Verse 1
 
A F#m Dm E     A   F#m 
Free     as a bird  
Dm       E          A        F#m 
It's the next best thing to be
Dm   G    C    Am   Esus4  E
Free as a bird              
 
A    F#m  Dm  E        A   F#m
Home,         home and dry

Elton John


Dialah salah satu artis solo tersukses dan diakui dunia, Sir Elton Hercules John. Sejak awal karirnya pada 1969, ia telah melakukan lebih dari 3.500 konser di lebih dari 80 negara. Penjualan album-album yang dirilisnya mencapai lebih dari 250 juta kopi, menempatkannya sebagai pemegang rekor penjualan terbesar sepanjang masa, dengan 37 gold album dan 27 multi-platinum album. Salah satu singel nya Candle In The Wind 1997 terjual 33 juta kopi menjadikannya singel terlaris kedua dunia sepanjang sejarah.

Pria yang lahir pada 25 Maret 1947 di Middlesex Inggeris ini menjadi artis tersukses ketiga dalam sejarah tangga lagu Amerika setelah Elvis Presley dan The Beatles. 56 singelnya bertengger di Top 40 Amerika, sebuah capaian yang hanya bisa diimbangi Elvis Presley. Demikian juga dengan kesuksesan album-albumnya yang hanya bisa dilampaui The Beatles.

Bakat bermusik Elton John yang sudah terlihat sejak kecil mengantarkannya mendapat beasiswa di Royal Academy of Music pada usia 11 tahun. Pada 1964 ia membentuk band pertamanya Bluesology, dan sempat mengikuti tour beberapa musisi soul dan R&B seperti The Isley Brothers, Billy Stewart, Patti LaBelle serta Doris Troy. Sayang 4 tahum kemudian, band ini bubar.

Namanya mulai dikenal menyusul singel pertama I’ve Been Loving You bersama Bernie Taupin pada 1968. Berlanjut dengan singel kedua Lady Samantha  dan album pertama Empty Sky yang dirilis pada 1969. Namun album kedua Gospel-Chorded Rockers and Poignant Ballads lah yang meroketkan namanya. Singel Border Song di album ini masuk dalam tangga lagu Top 100 Amerika dan single Your Song masih di album yang sama bertengger di urutan 8 Top Ten Amerika serta posisi 4 pada tangga musik album Billboard.

lirik dan kord : Candle In The Wind 1997


Candle In The Wind 1997
Elton John and B. Taupin
Tribute to Princess Diana
  
G                                                     C                
Goodbye England's rose,  may you ever grow in our hearts 
C                       G                                        C
You were the grace that placed itself where lives were torn apart
                              G                         C
You called out to our country, and you whispered to those in pain.
                     G                                     C
Now you belong to heaven, and the stars spell out your name.

Chorus:
D                                                  D7
And it seems to me  you lived your life
        G                C
Like a candle in the wind        
      G                                               D
Never fading with the sunset when the rain set in             
             C                                                     Em
And your footsteps will always fall here along England's greenest hills
G                       D                   C
Your candles burned out long before your legend ever will.

Kitaro


Pria kelahiran Toyohashi Jepang pada 4 februari 1953 dan bernama asli Masanori Takahashi ini telah menggemari  musik sejak kecil. Lagu-lagu dari The Beatles, Pink Floyd, dan King Crimson sering ia mainkan dengan gitar akustik yang menjadi instrumen pertama miliknya. Ottis Redding – pemusik R&B Amerika -  kemudian menjadi idola barunya saat belajar bermain gitar listrik hingga ia bergabung dengan band pertamanya Albatross.

Awal karirnya dimulai saat ia berganti haluan untuk bermain keyboard pada awal 1970-an dan bergabung dengan Far East Family Band. Dalam tur keliling dunia bersama band tersebut, di Eropa ia bertemu Klaus Schulze, pemusik synthesizer dan pendiri Tangerine Dream. Schulze memproduksi dua album mereka – Nipponjin dan Parallel World - dan memberikan beberapa petunjuk kepada Kitaro tentang bagaimana menggunakan synthesizer.

Perkenalannya dengan Bhagwan Shree Rajneesh pada pertengahan 1970-an berpengaruh besar terhadap proses kreatif musik Kitaro. Tinggal beberapa lama di asrama Shree Rajneesh untuk mempelajari nyanyian dan musik meditasi, turut membentuk sikap dan pandangan filosofis serta kontemplasinya. Pernyataan 'Musik ini bukan berasal dari pikiran saya, ini adalah dari surga’, cukup untuk menggambarkan  adanya perubahan tersebut. Dan 6 tahun kemudian Kitaro mundur dari Far East Family Band.

Karir solo Kitaro dimulai pada 1977. Album pertama Ten Kai - Astral Voyage yang dirilis pada 1978, dan album kedua Daichi – Full Moon Story yang dirilis pada 1979, mendapat sambutan luar biasa. Nuansa ekspresi synthesizer halus dengan harmoni melodi Asia melankolis  pada album tersebut menjadi favorit para penggemar dari gerakan baru New Age yang baru saja lahir.

Kitaro menjadi perhatian dunia internasional menyusul keluarnya album sound track film televisi Silk Road produksi NHK Jepang pada 1980. Berbagai

The Tielman Brothers

The Tielman Brothers merupakan grup musik/ band pertama asal Indonesia yang berhasil memasuki dunia internasional.

Kehadiran mereka di Belanda - negara tempat bermukim permanen mereka kemudian - pada 1957, menjadi awal sekaligus pelopor berkembangnya rock and roll di negara tersebut, dan sejak itu pula The Tielman Brothers menjadi cukup terkenal di Eropa sebelum The Rolling Stones dan The Beatles berkibar.

Hal yang agak unik dari band yang lahir pada 1945 di Surabaya ini, aliran musik rock and roll yang diusung, mereka padukan dengan musik keroncong khas Indonesia. Jenis musik yang kemudian lebih dikenal sebagai Indorock.

Profil:
personil : Andy Tielman / Loulou Tielman / Ponthon Tielman / Reggy Tielman
diskografi : 13 album / 23 single & EPs / 3 kompilasi

Bimbo

Pengaruh music latin cukup kental pada grup music asal Bandung yang berdiri sekitar 1967 dengan formasi awal trio Sam, Acil, dan Jaka ini. Kekuatan lagu-lagu balada dengan lirik-lirik puitis, harmoni permainan akustik, dan kesahajaan aksi panggung Bimbo, mendapat sambutan cukup besar dari masyarakat ditengah kejenuhan akan jenis music rock yang mendominasi perkembangan music Indonesia saat itu.


Album pertama yang mereka rilis melambungkan nama mereka di kancah music Indonesia, Melati dari Jayagiri, salah satu lagu dalam album tersebut menjadi hits dan populer di mana-mana.


Dalam perkembangannya, Bimbo kemudian menggunakan tema-tema keseharian dan humor menyusul bergabungnya Iin Parlina. Nama mereka kian meroket dengan segmen penggemar yang semakin meluas seiring pengambilan tema-tema religious dan kritik social dalam lagu-lagu yang mereka bawakan kemudian.


Eksistensi Bimbo hingga 90-an masih diperhitungkan, bahkan hingga saat ini.


Profil :

personil : Samsudin "Sam" Hardjakusumah / Darmawan "Acil" Hardjakusumah / ‘Jaka’ Purnama Hardjakusumah / Parlina "Iin" Hardjakusumah
diskografi : 51 album

A K A

Dengan formasi awal Ucok Harahap, Syech Abidin, Soenata Tanjung, Haris Sormin dan Peter Wass, band rock AKA - singkatan dari Apotik Kali Asin – ini terbentuk di Surabaya pada 1967. Led Zeppelin, Grand Funk Railroad, Deep Purple dan Jimi Hendrix menjadi kiblat grup musik rock ini.

Gaya eksentrik dan aksi panggung sedikit kontroversial digemari segmen masyarakat dengan jumlah cukup signifikan. Ucok Harahap – sang vokalis – menjadi sangat terkenal lewat atraksi-atraksi yang untuk kebanyakan masyarakat terlihat menakutkan dan mencekam. Kaki diikat, tubuh digantung, masuk peti mati, menghancurkan gitar dan lempar kursi ke penonton kerap dipertontonkan.

Album pertama mereka Do What You Like yang diluncurkan pada 1970, tidak banyak diminati masyarakat. Atraksi penggung AKA yang sering berakhir dengan kerusuhan perlahan mulai tidak disukai. Eksistensi mereka pun makin redup menyusul perpecahan antar personil yang berujung didepaknya Ucok Harahap dari band ini untuk kemudian berganti nama menjadi SAS pada 1975.

Profil :
personil : Ucok Harahap / Syech Abidin / Soenata Tanjung / Haris Sormin / Peter Wass / Arthur Kaunang / Lexy Rumagit
diskografi : 3 album / 10 single

The Rollies

Band beraliran pop soul funk ini terbentuk di Bandung pada 1967. Repertoar lagu-lagu The Beatles, Bee Gees, The Rolling Stones andalan mereka di panggung pada awal pembentukannya. 

Pergeseran warna musik The Rollies terlihat menyusul bergabungnya Bangun Sugito dan Benny Likumahuwa. Penampilan yang makin dinamis membawa mereka merambah beberapa panggung di Singapura dan Thailand. 

Pada 1971 selepas kontrak bermain di sana mereka kembali ke Indonesia merilis album Let's Start Again. Meskipun dianggap kurang komersil pada saat music Indonesia tengah dilanda tren music pop Koes Plus, Panbers, dan The Mercy’c, namun beberapa lagu the Rollies sangat popular di masyarakat dan aksi-aksi panggung mereka lebih banyak mendapat sambutan.

Pada 1972, The Rollies sempat menjadi band pembuka Bee Gees Senayan. Sebuah pengakuan yang layak buat eksistensi mereka sebelum perlahan ketenarannya meredup menyusul keterlibatan beberapa personil terlibat penggunaan psikotropika.

Bergabungnya Uetje F Tekol dan Jimmie Manoppo pada 1976 menjadi energy baru kebangkitan mereka. Pada tahun itu album Live in TIM mereka luncurkan dan banyak mendapat sambutan masyarakat.  Menyusul 12 album berikutnya mereka rilis hingga 1997.

Profil :
personil : Deddy Stanzah / Iwan Krisnawan / Delly Joko Arifin / Bonny Nurdaya / Bangun Sugito / Benny Likumahuwa / Zulian Iskandar / Didit Maruto / Marwan / Uetje F Tekol / Jimmie Manoppo
diskografi : 17 album

Archives