Showing posts with label album. Show all posts
Showing posts with label album. Show all posts

Four Five Seconds - Rihanna ft Kanye West and Paul McCartney


Four Five Seconds
Rihanna ft Kanye West and Paul McCartney

Verse 1
C                F      Am                     G
I think I've had enough, I might get a little drunk
C                F      Am      G              C
I say what's on my mind, I might do a little time
C              F        Am                G
Cause all of my kindness, is taken for weakness

Chorus
        C                    F
Now I'm FourFiveSeconds from wildin'
       Am               G         C
And we got three more days 'til Friday
         C                          F
I'm just tryna make it back home by Monday, mornin'
  Am                            G
I swear I wish somebody would tell me

Ooh thats all I want

Verse 2
C         F          C                 F
Woke up an optimist, sun was shining I'm positive
C                      F
Then I heard you was talkin' trash

Album 'The Art of McCartney' Didukung Banyak Musisi Besar


Rilis album The Art of McCartney pada pertengahan November lalu menyedot banyak perhatian publik. Ia menjadi selebrasi, pengakuan dan penghargaan bagi Paul McCartney sebagai salah satu musisi terbesar abad 20.

Album kompilasi yang digagas bersama Ralph Sall - mantan produsernya sejak 2003 ini menampilkan 42 buah lagu karya Paul McCartney pada era The Beatles, Wings, dan masa ia bersolo karir. Dan menjadi istimewa dengan adanya keterlibatan beberapa musisi besar dunia seperti Bob Dylan, Billy Joel, THE CURE, THE WHO’s Roger Daltrey, Brian Wilson, Alice Cooper, DEF LEPPARD, Dr John, Yusuf, Barry Gibb, Jamie Cullum, KISS, Chrissie Hynde, dan ELO, yang secara khusus mendukung untuk menyanyikan lagu dalam proyek album tersebut.

Bob Dylan menyanyikan Things We Said Today, Brian Wilson membawakan Wanderlust, dan Yesterday dilantunkan Willie Nelson. Dua lagu Venus and Mars dan Rock Show oleh KISS. Sementara vokalis The Who -  Roger Daltrey – menampilkan Helter Skelter.

Para musisi yang lebih muda juga ikut terlibat, di antaranya, Owl City, Corinne Bailey Rae, serta Peter, Bjorn, and John.

Unorthodox Jukebox : Album Kedua Bruno Mars


Album kedua Bruno Mars yang dirilis 11 Desember 2012 menjadi pembuktian eksistensinya untuk tetap diperhitungkan dalam dunia musik. Ia kembali menuai sukses dalam angka penjualan dan 2 singel di album ini meraih penghargaan MTV Music Award 2013. Singel Treasure untuk kategori Best Choreography dan Locked Out of Heaven untuk kategori Best Male Video. Lebih jauh, Locked Out of Heaven berhasil memuncaki Billboard Hot 100 dan mengantarkan Bruno Mars menjadi nominator Grammy Award ke 55 pada tahun yang sama.

Menyimak lagu-lagu dalam Unorthodox Jukebox, kita akan disuguhi banyak aransemen, vokal dan teknik produksi cukup apik. Sekalipun terkesan sedikit rumit, namun mampu merefresentasikan kecerdasan dan estetika Bruno Mars dalam bermusik.

Young Girl sebagai pembuka mencoba membawa kita ikut larut dalam emosi lirik dan vokal yang melankolis

lirik dan kord : No Good In Goodbye - The Script


No Good In Goodbye
The Script
Intro - A, Em, G, D


Verse:
A
All the things that we've lost,
G/B
Breaking up comes at a cost,
G.                   D
And oh I miss this mistake.

A
Every word I try to choose,
G/B
Either way I'm gonna lose,
G.                       D
Can't take the ache from heartbreak

Pre-Chorus
              Am
Oh but as you walk away,

Grammy Award 2014: Daftar Pemenang Berdasar Kategori Penghargaan


  • Album of the Year: Random Access Memories - Daft Punk
  • Record of the Year: Get Lucky - Daft Punk
  • Song of the Year: Royals – Lorde
  • Best Country Album: Kacey Musgraves - Same Trailer Different Park
  • Best Pop Vocal Album: Bruno Mars - Unorthodox Jukebox
  • Best Rap/Sung Collaboration: Jay Z feat Justin Timberlake - Holy Grail
  • Best Pop Solo Performance: Lorde - Royals
  • Best Rock Song: Dave Grohl, Paul McCartney, Krist Novoselic, and Pat Smear - Cut Me Some Slack
  • Best Pop Duo/Group Performance: Daft Punk feat Pharrell Williams and Nile Rodgers -  Get Lucky

Guruh Gipsy : Satu Tonggak Musik Pop Indonesia


Sedikit saja orang yang familiar dengan nama ini. Bahkan kaum muda. kalau pun ada, barangkali hanya mereka yang sempat menonton dan menyimak sepenggal bahasan tentangnya dalam film Garasi pada 2006. Hal yang wajar, karena pada masanya pun, Guruh Gipsy tidaklah sepopuler God Bles, Koes Plus, atau Panbers. Mereka pun hanya memproduksi satu album bertitel Guruh Gipsy dengan tagline Kesepakatan dalam Kepekatan yang dirilis pada 1977 dan dicetak sebanyak 5.000 keping kaset saja. Itu pun tidak laku di pasaran. Selain karena harga jual per keping kasetnya jauh diatas harga umum saat itu – tiga kali lipat – juga hampir keseluruhan lagu dalam album tersebut bukanlah lagu-lagu pop yang easy listening selayaknya lagu-lagu pada umunya di masa itu.

30 tahun kemudian, lepas ada tidaknya pengaruh film Garasi, pada kurun waktu sama, album eksperimental band rock progresif berangotakan Guruh Sukarno Putra, Keenan Nasution, Odink Nasution, Abadi Soesman, Roni Harahap, dan Chrismansyah Rahadi – lebih dikenal dengan nama Chrisye – ini menjadi album yang paling banyak dicari. Tidak hanya di Indonesia, ia menjadi topik diskusi para penggemar musik rock progresif di Eropa, Jepang dan Amerika. Beberapa radio di Swis, Belgia hingga Kanada memutar dan mengulas album Guruh Gipsy ini. Bahkan Shadoks Music dari Jerman membuat reproduksi dari album ini - tanpa izin Guruh maupun anggota Guruh Gipsy lainnya – dan menjualnya dalam format LP (vinyl record) sebanyak 450 buah dengan nomor seri di

Ella Maria Lani Yelich O’Connor 'Lorde'


Semenjak kecil Ella Maria Lani Yelich O’Connor – lebih dikenal dengan Lorde – telah akrab dengan lagu-lagu dari Ottis Redding dan Etta James, sosok yang ia jadikan idola selain Kanye West yang telah banyak menginspirasinya. Ketiga musisi tersebut berpengaruh besar pada eksplorasi kreatif Lorde dalam bermusik.

Nama penyanyi Selandia Baru kelahiran Auckland pada 7 November 1996 ini dalam waktu singkat melejit dan menjadi demikian popular di seluruh dunia menyusul kesuksesan singel Royals yang ia bawakan. Singel dari album mini The Love Club yang dirilis pada November 2012 ini ini berhasil menempati posisi puncak Billboard Hot 100 Amerika setahun kemudian. Sebuah prestasi yang belum pernah dicapai penyanyi Selandia Baru sebelumnya.

Penghargaan Silver Scroll untuk singel Royals diraihnya pada 2013, dan menyusul kemudian dua penghargaan sekaligus di ajang bergengsi Grammy Award 2014. Royals terpilih sebagi Song ofThe Year dan juga dirinya dianugerahi Best Pop Solo Performance. Mengalahkan banyak penyanyi terkenal lain seperti Katy Perry salah satunya, yang juga dinominasikan di dua kategori yang sama. Sebuah pencapaian yang sangat luar biasa bagi penyanyi yang masih sangat muda sepertnya, 17 tahun.

Beberapa album dan singel yang dirilisnya setelah itu hingga kini selalu dicari.


Sam Smith


Nama Sam Smith – penyanyi Inggeris kelahiran 19 Mei 1992 – ini melambung menyusul kesuksesan single Stay With Me dari album debutnya In The Lonely Hour. Stay With Me meraup penjualan lebih dari 6 juta kopi. Ia juga berhasil memuncaki tangga lagu di banyak negara. Di Inggris ia bertenger di puncak UK Singles Chart, dan mengantarnya memenangkan BRIT Critics' Choice Award 20014 dan BBC's Sound of 2014.

Di Amerika single ini menduduki urutan 2 US Billboard Hot 100, dan masuk dalam nominasi Grammy Awards 2014 untuk 3 kategori sekaligus, yaitu Song of The Year, Record of The Year, dan Best Pop Solo Performance. Luar biasa.


Sam yang masih sepupu penyanyi Lily Allen belajar menyanyi dan menulis lagu dibawah bimbingan penyanyi dan penulis musik jazz Joanna Edden. Ia

lirik dan kord : Rude - MAGIC!


Rude
album: Don’t Kill The Magic - 2014
penyanyi: Nasri Atweh - Magic!


              Am                    C
If you want space (you could have it)
              G                     F
If you want change (you could have it)
              Am                    C
Sleep on your bed (you could have it)
              G                     F
Pull it to my head (you could have it)

              Am                    C
If you want love! (you could have it)
              G                     F
The way that you love (you could have it) 

Sukses Album ‘Don’t Kill The Magic’ Membuktikan Amerika Menyukai Reggae


Memang luar biasa band asal Kanada – MAGIC! - ini. Debut album  Don’t Kill the Magic yang mereka rilis pada awal Oktober 2014 menyusul kesuksesan salah satu singel didalamnya  - Rude - yang keluar 7 bulan sebelumnya, berhasil menembus dan menempati deretan puncak tangga lagu Amerika. Ia telah menyihir publik yang selama ini dianggap tidak menyukai musik bergenre reggae.

Rude menjadi pembuka album cukup manis. Nuansa sedikit reggae dari perkusi mengiringi alunan vocal Nasri Atweh yang cenderung nge-pop menghadirkan suasana melankolis dan catchy, meskipun terasa banyak perulangan nada membosankan. Hal sama dirasakan pada lagu 2 lagu berikutnya No Evil dan Let Your Hair Down. Keduanya tidak beranjak dari lingkaran nuansa Rude.

Beruntung lagu keempat Stupid Me lewat kekuatan liriknya mengubah suasana

Album of The Year 2014 : Random Access Memories, Daft Punk


Hal yang sulit disangkal, melambungnya album studio keempat Daft Punk yang bertitel Random Access Memories salah satunya adalah berkat popularitas singel Get Lucky yang yang ada di album ini. Luar biasa, sejak dirilis pada Mei 2013, album yang memuat 13 lagu dengan paduan genre disko, funk, rock, dan jazz ini hamper selalu masuk dalam daftar Top 10 dunia, bahkan memuncakinya di lebih dari 20 negara.

Random Access Memories menjadi album tersukses secara komersial Daft Punk. Terjual lebih dari 330.000 kopi di minggu pertama rilis, dan salah satu singelnya Get Lucky menjadi salah satu singel digital terlaris sepanjang masa. Performa yang mengantarkannya memperoleh anugerah Grammy Award pada 2014 untuk kategori Album of The Year, Best Dance / Electronica Album and Best Engineered Album, Non-Classical, dan kategori Record of TheYear and Best Pop Duo/ Group Performance untuk singel Get Lucky.

Album eksperimental ini menghadirkan nuansa disko era 1980-an dalam tempo variatif dengan sentuhan elektronik minimalis pada synthesizer dan kibor, yang keseluruhan proses pengerjaannya dilakukan secara manual. Ia menjadi lebih hidup dan dinamis dengan menghadirkan kolaborasi bersama beberapa musisi antara lain Giorgio Moroder, Panda Bear, Julian Casablancas, Todd Edwards, DJ Falcon, Chilly Gonzales, Nil Rodgers, Paul Williams, dan Pharrell Williams.

Kita tergerak untuk berdansa gembira saat mendengarkan lagu Get Lucky, The Game of

Archives